Jumat, 17 Oktober 2014

Tik..Tik..Tik..

Tik...tik...tik...
Kudengar kau bernyanyi
Hiasi hari yang sepi
Tik...tik...tik...
Segudang imajinasi hiasi relung hati
Andai bisa ku ulang kembali
Aku tidak akan s’perti ini
Aku tak mengenalmu,
Aku bahkan tidak tahu aturan mainmu
Dan kau terus berjalan maju
Kini, aku bahkan tidak layak disebut manusia
Terbaring merana ditinggal impian
Aku memang belajar, tapi belajar menjadi orang terbelakang
Lihatlah aku, aku telah ditelan dunia yang kejam
Secerah harapanpun tak dapat kugenggam
Aku lalai di era mendunia
Bermain bagaikan sesuatu yang enak dipandang mata
Andai aku bisa memperbaiki semuanya
Andai aku bisa mengenalmu
Kau memang sangat abstrak
Nyanyianmu, begitu pahit rasanya
Nyanyianmu temani tidurku,
Walau seharusnya aku bersama keluarga
Kini tak kan ada yang mendengar jerit tangisku
Kau tinggalkan dosa dan penyesalanku
Tak ada yang bisa kulakukan selain berlutut     
Tik...tik...tik...
Terngiang kata Mahatma Gandhi
Berusaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki
Aku mulai berfantasi
Tercipta sebuah kekuatan ilahi
Aku tidak boleh bersedih lagi
Aku pasti bisa memenangkan peperangan ini
Aku hanya harus mulai dari awal
Belajar menjadi yang terdepan bukan yang terbelakang
    Hingga kusadari, kau t’lah ajarkanku arti tanggung jawab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar