Tik..Tik..Tik..
Tik...tik...tik...
Kudengar
kau bernyanyi
Hiasi
hari yang sepi
Tik...tik...tik...
Segudang
imajinasi hiasi relung hati
Andai
bisa ku ulang kembali
Aku
tidak akan s’perti ini
Aku tak
mengenalmu,
Aku
bahkan tidak tahu aturan mainmu
Dan kau
terus berjalan maju
Kini,
aku bahkan tidak layak disebut manusia
Terbaring
merana ditinggal impian
Aku
memang belajar, tapi belajar menjadi orang terbelakang
Lihatlah
aku, aku telah ditelan dunia yang kejam
Secerah
harapanpun tak dapat kugenggam
Aku
lalai di era mendunia
Bermain
bagaikan sesuatu yang enak dipandang mata
Andai
aku bisa memperbaiki semuanya
Andai
aku bisa mengenalmu
Kau
memang sangat abstrak
Nyanyianmu,
begitu pahit rasanya
Nyanyianmu
temani tidurku,
Walau
seharusnya aku bersama keluarga
Kini tak
kan ada yang mendengar jerit tangisku
Kau
tinggalkan dosa dan penyesalanku
Tak ada
yang bisa kulakukan selain berlutut
Tik...tik...tik...
Terngiang
kata Mahatma Gandhi
Berusaha
dengan keras adalah kemenangan yang hakiki
Aku
mulai berfantasi
Tercipta
sebuah kekuatan ilahi
Aku
tidak boleh bersedih lagi
Aku
pasti bisa memenangkan peperangan ini
Aku
hanya harus mulai dari awal
Belajar
menjadi yang terdepan bukan yang terbelakang
Hingga kusadari, kau t’lah ajarkanku arti
tanggung jawab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar