Jumat, 05 September 2014

Pelaksanaan Upacara 17 Agustus 2014


Upacara dilakukan pada minggu, tanggal 17 Agustus jam 7.00 pagi di SMP Kalam Kudus Pekanbaru (pasti ada yang masih ngantuk, he he he), para murid berkumpul di lapangan upacara dan berbaris rapi-rapi untuk bersiap memulai upacara walaupun mungkin ada yang masih bergoyang-goyang atau bisik-bisik ataupun teriak-teriak manggil kawan, setelah semuanya sudah tenang, upacara dimulai dengan ketua kelas atau wakilketua kelas menyiapkan para anggotanya. Lalu, sang pemimpin upacara memasuki lapangan upacara untuk melapor kepada Pembina upacara, tapi sebelum itu pemimpin upacara diberi hormat dari peserta upacara sesuai aba-aba pemimpin pasukan(kepada.. pemimpin upacara.. hormaaat grak)dan Pembina upacara juga diberi hormat, baru pemimpin upacara melapor ke Pembina.

Dilanjutkan dengan pengibaran bendera merah putih oleh tim penggerek bendera diiringi lagu Indonesia Raya, kali ini penggerek benderanya bekerja dengan baik dan tim paduan suaranya nyanyiannya gak lemas-lemas kayak dulu, pembacaan pancasila oleh Pembina upacara juga diikuti oleh peserta dengan baik, mengheningkan cipta kali ini dimainkan dengan alat musik angklung, lalu pembacaan Proklamasi, PembukaanUUD 1945, Janji siswa, dan puisi Krawang-Bekasi.

Selanjutnya amanat oleh Pembina upacara, Pembina upacara mengevaluasi pelaksanaan upacara hari ini dan memberi amanat, amanatnya berisi tentang kemerdekaan adalah hasil jerih payah para pejuang yang kita kenal maupun yang tidak kita kenal, sejak dulu kita dijajah oleh Belanda selama 3,5 abad. Indonesia kenapa yah mau dijajah sebegitu lama?? Setelah penjajahan Belanda berakhir, datang lagi Jepang menduduki selama 3,5 tahun lagi, baru akhirnya Jepang menyerah dan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, sekarang Indonesia sudah merdeka selama 69 tahun. Tapi rakyatnya masih belum memerdekakan diri, memerdekakan diri itu maksudnya tumbuh menjadi rakyat yang bertanggung jawab atas Negara, bukan malah korupsi nyolong uang Negara, masyarakat juga harus mendukung Negara Indonesia supaya menjadi Negara yang maju, jadi merdekakanlah diri agar Indonesia tidak hanya disebut merdeka gitu saja tanpa alasan, tetapi Indonesia merdeka karena semangat rakyat dari dulu sampai Sekarang. MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA!

Sesudah amanat yang sangat membarakan semangat oleh inspektur, peserta upacara menyanyikan lagu “17 Agustus” dengan hikmat, sesudah itu tibalah saatnya untuk berdoa kepada Tuhan yang maha kuasa untuk kemerdekaan yang diberikan kepada kita., Setelah pembacaan doa, pemimpin upacara melapor kepada Pembina upacara bahwa upacara sudah selesai (horeee),lalu penghormatan kepada Pembina dan pemimpin upacara, dan akhirnya pemimpin upacara membubarkan barisan.

Setelah upacara selesai, wartawan langsung menghampiri kepala sekolah sekaligus Inspektur upacara, Bu Erni untuk menanyakan beberapa pertanyaan. Menurut Bu Erni, pelaksanaan upacara kali ini lebih bagus karena lebih hikmat, tim Paduan Suaranya juga lebih semangat dari yang dulu walaupun ada adik kelas tujuh yang masih agak gelisah. Upacara kali ini juga berbeda dari sebelumnya karena para petugas upacara memakai seragam tersendiri, saran Bu Erni untuk upacara 17-an tahun depan akan diadakan pementasan band untuk memainkan lagu modern seperti Kebyar-Kebyar , Merah putih ,dan lain lain kesan Bu Erni untuk upacara kali ini sangat menyenangkan karena hasilnya sangat memuaskan, pesan Bu Erni kali ini adalah “Isilah kemerdekaan dangan belajar lebih giat”




Pemilihan Umum Ketua OSIS dan Wakil Ketua OSIS


Pada tanggal 25 Juli 2014 telah dilaksanakan pemilihan umum ketua OSIS dan Wakil Ketua OSIS untuk tahun ajaran 2014/2015. Pemilu yang dilaksanakan ini seperti pemilu yang dilakukan pada umumnya. Terdiri dari 3 TPS dimana TPS 1 tempat para siswa kelas 7 menggunakan hak pilihnya, TPS 2 tempat para siswa kelas 8, sedangkan TPS 3 untuk siswa kelas 9. Dan setiap TPS terdiri 4 KPPS dan 1 ketua KPPS, 2 Saksi ,3 bilik. Calon – calon Ketua OSIS dan Wakil Ketua OSIS tersebut terdiri dari 3 partai sebagai berikut:

1. Chintya Wijaya dan Nico Halisno












Dalam partai 1 , Chintya Wijaya menjabat sebagai calon ketua OSIS dan Nico Halisno sebagai calon Wakil ketua OSIS. Partai ini memiliki motto yaitu “Yang kami butuhkan bukti bukan janji” dengan visi misi sebagai berikut:
Visi : “Mewujudkan OSIS yang lebih baik bagi OSIS”
Misi : 1. Meningkatkan kinerja OSIS
2. Menampung saran dan kritik dari warga sekolah
3.Mengadakan event pada hari tertentu yang bermanfaat melatih kreativitas dan kekompakan
4.Mengadakan perjalanan wisata jika tidak berhalangan

2. Andreas BP dan Valiant












Lanjut ke partai 2, Andreas BP menjabat sebagai calon ketua OSIS dan Valiant sebagai calon wakil ketua OSIS. Memiliki motto “Bersatu kita teguh , bercerai kita runtuh”
Visi : “membuat murid menjadi cerdas, kreatif,dan takut akan Tuhan” Misi :
1.Meningkatkandanmenunjukkanprestasi murid
2.Mengajarkan murid untuk pantang menyerah dalam mengeluarkan kreativitas mereka
3.Menambahdanmenyerukan event – event yang akan datang
4.Mengajarkan tentang Tuhan lebih dalam.

3. Windy dan Christopher J W













Terakhir partai 3, Windy sebagai calon Ketua OSIS dan Christopher J W sebagai wakil ketua OSIS. Motto partai ini adalah “Dengan kerukunan terciptanya ketentraman, kertertiban,dan keadilan”
Visi: “mewujudkan sekolah yang adil, tertib dan tentram”
Misi: 1.Meningkatkanpersaudaraan yang ketatantarsesame
2.Meningkatkanprestasi di bidangtertentu

Nah, pasti teman – teman penasaran gimana cara mencoblos di kalam kudus kan ?? Ini petunjuknya :

1.Murid-murid berbaris menunggu giliran
2.Kemudian murid menandatangani sebagai tanda bahwa mereka telah terdaftar 
3.Ketua KPPS memberikan kertas suara
4.Murid menggunakan suaranya di bilik suara
5.Murid memasukkan kertas suara ke kotak suara yang telah disediakan
6. Murid memasukkan jari tangan ke dalam tinta

Setelah dipastikan bahwa seluruh siswa telah menyerahkan hak pilih nya, maka disetiap TPS dilakukan penghitungan suara. Setelah itu dilakukan lagi penghitungan secara keseluruhan. Dan hasil akhir nya yaitu partai 1 dengan suara sebanyak 163 suara, partai 2 dengan 45 suara, partai 3 sebanyak 107 suara , dan suara yang tidak sah sebanyak 42 suara. Dan partai yang menang adalah partai 1 yaitu Chintya Wijaya dan Nico Halisno. Dengan terpilihnya ketua OSIS dan wakil Ketua OSIS semoga OSIS menjadi lebih baik.