Rabu, 21 Mei 2014

Penyuluhan Kenakalan Remaja

Pak Siregar membuka acara penyuluhan dengan salam yang bersemangat, “Selamat pagi, adik-adik! Saya harap suaranya bisa sampai ke SMA, karena pagi ini adalah pagi yang lebih luar biasa!”. Kata pembuka dari pak Siregar ini langsung membuat para siswa SMP bersemangat.
Pak Siregar memberikan contoh-contoh kenakalan remaja yang sering dilakukan oleh para pelajar dan faktor-faktor internal dan eksternal terjadinya kenakalan remaja. Selain itu, ia juga dengan akrab berinteraksi dengan siswa SMP, melontarkan berbagai pertanyaan, serta mengajak beberapa siswa untuk maju ke depan ruangan. Polisi yang satu ini juga menyarankan sebuah buku yang berjudul “Patologi Sosial 2, Kenakalan Remaja” karangan Kartini Kartono.
Para siswa SMP diajak menyanyi bareng juga lho! Lagunya berjudul “Laskar Pelangi” dan “Hymne Guru”. Lagu ini dipimpin oleh seorang siswa kelas VII bernama Sherya, sedangkan yang memainkan musiknya adalah siswa kelas IX, yaitu Alfian (gitar), William (gitar), Hubert (keyboard), dan Divvy (drum). Di akhir acara, teman kita dari kelas VIII yaitu Bella, Clara, dan Julietta, juga ikut menyanyikan lagu spesial yang berjudul “Ku Di Beri Kuasa”. Kunjungan pak Siregar ini sungguh membuat senang para siswa SMP. Tentunya, kita akan sangat menantikan kunjungan pak Siregar yang ke-3 kalinya, bukankah begitu teman-teman?
Hari Jumat, tepatnya tanggal 21 Februari 2014, SMP Kalam Kudus kedatangan tamu istimewa. Tamu tersebut adalah seorang polisi yang sangat berkarisma. Ia memberikan penyuluhan di berbagai sekolah di Pekanbaru, salah satunya Kalam Kudus. Namun, bukan hanya di sekolah-sekolah, lho! Dia itu juga memberi penyuluhan ke rumah ibadah dan pasar-pasar. Mau tahu siapa?
Ya, dia adalah pak Rusman Siregar aka pak Siregar! Sebenarnya, kunjungannya kali ini adalah kunjungan pak Siregar yang kedua kalinya di SMP Kalam Kudus. Jika pertamanya ia menjelaskan tentang geng motor, kali ini Ia menjelaskan kepada para murid SMP tentang kenakalan remaja.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar